A. Pengertian Sistem
Menurut
Indrajit (2001) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan-kumpulan dari
komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
Menurut
Davis (dalam Hutahaean, 2014) menjelaskan suatu sistem secara fisik adalah
kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan
suatu sasaran
Menurut
Gerald (dalam Hutahaean, 2014) sistem adalah suatu jaringan kerja dari
prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Menurut
Jogiyanto (2005) sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi
untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang
yang betul-betul ada dan terjadi.
Berdasarkan
penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan seperangkat unsur
yang saling terkait antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dalam keadaan
saling tergantung satu sama lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh
nyata seperti sistem pernafasan dalam tubuh manusia, atau sistem yang ada di
komputer.
B. Karakteristik Sistem
Karakteristik
Sistem Menurut Hutahaean (2014)
- Komponen Sistem
Suatu
sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang
artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Suatu komponen sistem
terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
- Batasan Sistem (boundary)
Daerah
yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan
lingkungan luarnya. Batasan suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem
tersebut.
- Lingkungan Luar Sistem
Suatu
sistem yang ada di luar dari batas sistem yang dipengaruhi oleh operasi sistem.
Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang
merugikan harus dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup
dari sistem.
- Penghubung Sistem (Interface)
Media
penghubung antara suatu subsistem dengan subsistem lain. Melalui penghubung ini
memungkinkan berbagai sumber daya mengalir dari suatu subsistem ke subsistem
lainnya.
- Masukan Sistem (Input)
Energi
yang dimasukkan ke dalam sistem, berupa perawatan (maintenace input) dan
masukkan sinyal (signal input). Maintenace input adalah energi yang dimasukan
supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang
diproses untuk didapatkan keluaran.
- Keluaran Sistem (Output)
Hasil
energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa
pembuangan.
- Pengolahan Sistem
Suatu
sistem menjadi bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.
- Sasaran Sistem
Suatu
sistem pasti memiliki tujuan atau sasaran. Sasaran dari sistem sangat
menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan.
C. Pengertian Informasi
Dalam
kehidupan sehari-hari kita sangat membutuhkan informasi. Pada zaman sekarang
ini dimana dunia sudah tidak ada batasan sehingga dengan mudah untuk mengakses
informasi apapun. Sumber informasi adalah data. Data itu berupa fakta kenyataan
yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kemudian data
tersebut diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi, penerima
menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan,
yang kemudian menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan menimbulkan
sejumlah data kembali.
Menurut
Davis (dalam Hutahaean, 2014) informasi adalah data yang telah diolah menjadi
suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang
dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau
keputusan-keputusan yang akan datang.
Sidharta
(1995) berpendapat bahwa informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang
berguna untuk membuat keputusan.
Jogiyanto
(2005) informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang
lebih berguna dan berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian –
kejadian nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Jadi,
dapat disimpulkan bahwa pengertian informasi adalah data yang diolah menjadi
suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang
dapat dirasakan dalam menentukan keputusan-keputusan yang tepat.
D. Kualitas Informasi
- Akurat, yaitu informasi harus bebas dari kesalahan, tidak bias ataupun menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi itu harus dapat dengan jelas mencerminkan maksudnya.
- Tepat pada waktunya, yaitu informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Di dalam pengambilan keputusan, informasi yang sudah usang tidak lagi bernilai. Bila informasi datang terlambat sehingga pengambilan keputusan terlambat dilakukan, hal itu dapat berakibat fatal bagi perusahaan.
- Relevan, yaitu informasi yang disampaikan harus mempunyai keterkaitan dengan masalah yang akan dibahas dengan informasi tersebut. Informasi harus bermanfaat bagi pemakainya. Di samping karakteristik, nilai informasi juga ikut menentukan kualitasnya. Nilai informasi (value of information) ditentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih besar dibanding biaya untuk mendapatkannya.
E. Pengertian Psikologi
Menurut
Muhibbin (2001) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku
terbuka dan tertutup pada manusia baik sebagai individu maupun kelompok dalam
hubungannya dengan lingkungan.
Berdasarkan
pengertian tersebut maka dapat disimpulkan psikologi adalah ilmu pengetahuan
yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam
hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku
yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak
disadari.
F. Sistem Informasi Psikologi
Berdasarkan
pengertian dari berbagai tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi
psikologi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang bertugas
mengumpulkan, mengolah, menyimpan data dan menyelidiki pengalaman dalam sensasi
dan perasaan sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara untuk
meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan kondisi mental organisme dan
lingkungan eksternal. Dengan kata lain, sistem informasi psikologi adalah suatu
sistem yang di dalamnya terdapat kombinasi antara manusia dan teknologi yang
dimaksudkan mengolah data mengenai perilaku sehingga menghasilkan informasi
yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.
Suatu
sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi
penggunanya. Ada juga yang menyebutkan sebuah sistem terintegrasi atau sistem
manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen
dalam suatu organisasi. Secara umum, bisa disimpulkan bahwa sistem informasi
psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mendapatkan
informasi-informasi yang berhubungan dengan psikologis. Contoh nyatanya seperti
tes-tes psikologi yang dulu diberikan secara manual sudah bisa dikomputerisasi
seperti Papikostik, hal ini merupakan kerjasama antar bidang ilmu komputer dan
psikologi yang pada akhirnya bermanfaat untuk peningkatan kualitas tes
psikologi itu sendiri
Daftar Pustaka
Hutahaean,
J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish
Indrajit.
(2001). Analisis dan perancangan sistem berorientasi object. Bandung:
Informasi
Jogiyanto.
(2005). Analisa dan desain sistem informasi. Yogyakarta: Andi Offset
Kusrini
& Koniyo, A. (2007). Tuntutan praktis membangun sistem informasi
akuntansi dengan visual basic dan Microsoft SQL server. Yogyakarta:
Penerbit Andi
Sarwono.
(2009). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika
Sidharta,
L. (1995). Pengantar sistem informasi bisnis. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo

0 komentar: