SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

Posted by : Unknown
Senin, 09 Oktober 2017



A. Pengertian Sistem
Menurut Indrajit (2001) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
Menurut Davis (dalam Hutahaean, 2014) menjelaskan suatu sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran
Menurut Gerald (dalam Hutahaean, 2014) sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Menurut Jogiyanto (2005) sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terkait antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh nyata seperti sistem pernafasan dalam tubuh manusia, atau sistem yang ada di komputer.
B. Karakteristik Sistem
Karakteristik Sistem Menurut Hutahaean (2014)
  • Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Suatu komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
  • Batasan Sistem (boundary)
Daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.
  • Lingkungan Luar Sistem
Suatu sistem yang ada di luar dari batas sistem yang dipengaruhi oleh operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan harus dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
  • Penghubung Sistem (Interface)
Media penghubung antara suatu subsistem dengan subsistem lain. Melalui penghubung ini memungkinkan berbagai sumber daya mengalir dari suatu subsistem ke subsistem lainnya.
  • Masukan Sistem (Input)
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem, berupa perawatan (maintenace input) dan masukkan sinyal (signal input). Maintenace input adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
  • Keluaran Sistem (Output)
Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
  • Pengolahan Sistem
Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.
  • Sasaran Sistem
Suatu sistem pasti memiliki tujuan atau sasaran. Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan.
C. Pengertian Informasi
Dalam kehidupan sehari-hari kita sangat membutuhkan informasi. Pada zaman sekarang ini dimana dunia sudah tidak ada batasan sehingga dengan mudah untuk mengakses informasi apapun. Sumber informasi adalah data. Data itu berupa fakta kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kemudian data tersebut diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi, penerima menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang kemudian menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan menimbulkan sejumlah data kembali.
Menurut Davis (dalam Hutahaean, 2014) informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.
Sidharta (1995) berpendapat bahwa informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan.
Jogiyanto (2005) informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian informasi adalah data yang diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam menentukan keputusan-keputusan yang tepat.
D. Kualitas Informasi
  1. Akurat, yaitu informasi harus bebas dari kesalahan, tidak bias ataupun menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi itu harus dapat dengan jelas mencerminkan maksudnya.
  2. Tepat pada waktunya, yaitu informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Di dalam pengambilan keputusan, informasi yang sudah usang tidak lagi bernilai. Bila informasi datang terlambat sehingga pengambilan keputusan terlambat dilakukan, hal itu dapat berakibat fatal bagi perusahaan.
  3. Relevan, yaitu informasi yang disampaikan harus mempunyai keterkaitan dengan masalah yang akan dibahas dengan informasi tersebut. Informasi harus bermanfaat bagi pemakainya. Di samping karakteristik, nilai informasi juga ikut menentukan kualitasnya. Nilai informasi (value of information) ditentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih besar dibanding biaya untuk mendapatkannya.
E. Pengertian Psikologi
Menurut Muhibbin (2001) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik sebagai individu maupun kelompok dalam hubungannya dengan lingkungan.
Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat disimpulkan psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.
F. Sistem Informasi Psikologi
Berdasarkan pengertian dari berbagai tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang bertugas mengumpulkan, mengolah, menyimpan data dan menyelidiki pengalaman dalam sensasi dan perasaan sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara untuk meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal. Dengan kata lain, sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat kombinasi antara manusia dan teknologi yang dimaksudkan mengolah data mengenai perilaku sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.
Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Ada juga yang menyebutkan sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi. Secara umum, bisa disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mendapatkan informasi-informasi yang berhubungan dengan psikologis. Contoh nyatanya seperti tes-tes psikologi yang dulu diberikan secara manual sudah bisa dikomputerisasi seperti Papikostik, hal ini merupakan kerjasama antar bidang ilmu komputer dan psikologi yang pada akhirnya bermanfaat untuk peningkatan kualitas tes psikologi itu sendiri
Daftar Pustaka
Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish
Indrajit. (2001). Analisis dan perancangan sistem berorientasi object. Bandung: Informasi
Jogiyanto. (2005). Analisa dan desain sistem informasi. Yogyakarta: Andi Offset
Kusrini & Koniyo, A. (2007). Tuntutan praktis membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan Microsoft SQL server. Yogyakarta: Penerbit Andi
Sarwono. (2009). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika
Sidharta, L. (1995). Pengantar sistem informasi bisnis. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

0 komentar:

Copyright © 2012 dear good people | Guilty Crown Theme | Designed by Johanes DJ