1. PSIKOTERAPI
PENGERTIAN PSIKOTERAPI
Dilihat secara etimologis
psikoterapi mempunyai arti sederhana, yakni “psyche” yang artinya jelas yaitu
“mind” atau sederhananya: jiwa dan “therapy” mengasuh, sehingga psikoterapi
dalam arti sempitnya adalah “perawatan terhadap aspek kejiwaan” seseorang.
Pengertian psikoterapi menurut
beberapa tokoh:
1. Watson & Morse (1977) Bentuk
khusus dari interaksi antara dua orang, pasien dan terapis, pada mana pasien
memulai interaksi karena ia mencari bantuan psikologik dan terapis menyusun
interaksi dengan mempergunakan dasar psikologik untuk membantu pasien
meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dalam kehidupannya dengan mengubah
pikiran, perasaan dan tindakannya,
2. Corsini (1989) Psikoterapi adalah
proses formal dari interaksi antara dua pihak, setiap pihak biasanya terdiri
dari satu oran, tetapi ada kemungkinan terdiri dari dua orang atau lebih pada
setiap pihak, dengan tujuan memperbaiki keadaan yyang tidak menyenangkan (distress)
pada salah satu dari kedua pihak karena ketidakmampuan atau malafungsi pada
salah satu dari bidang-bidang berikut: fungsi kognitif (kelainan pada fungsi
berfikir), fungsi afektif (penderitaan atau kehidupan emosi yang tidak
menyenangkan) atau fungsi perilaku (ketidaktepatan perilaku); dengan terapis
yang memiliki teori tentang asal-usul kepribadian, perkembangan, mempertahankan
dan mengubah bersama-sama dengan beberapa metode perawatan yang mempunyai dasar
teori dan profesinya diakui resmi untuk bertindak sebagai terapis.
3. Ivey & Simek-Downing (1980)
Psikoterapi adalah proses jangka panjang, berhubungan dengan upaya
merekonstruksi seseorang dan perubahan yang lebih besar pada struktur
kepribadian.
4. Menurut pendapat beberapa para ahli
diatas, dapat disimpulkan pengertian psikoterapi adalah proses perawatan atau
penyembuhan penyakit kejiwaan melalui teknik dan metode psikologi, dimana
adanya interaksi antara dua orang yang disebut terapis dan pasien.
TUJUAN PSIKOTERAPI
Berikut ini akan diuraikan mengenai
tujuan dari psikoterapi secara khusus dari beberapa metode dan teknik
psikoterapi yang banyak peminatnya, dari dua oran tokoh yakni Ivey, et al
(1987) dan Corey (1991):
1. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan
psikodinamik, menurut Ivey, et al (1987): membuat sesuatu yang tidak sadar
menjadi sesuatu yang disadari. Rekonstruksi kepribadiannya dilakukan terhadap
kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari
konflik-konflik yang lama.
2. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan
psikoanalisi, menurut Corey (1991): membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi
sesuatu yang disadari. Membantu klien dalam menghidupkan kembali
pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik-konflik yang
ditekan melalui pemahaman intelektual.
3. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan
Rogerian, terpusat pada pribadi, menurut Ivey, et al (1987): untuk memberikan
jalan terhadap potensi yang dimiliki seseorang menemukan sendiri arahnya secara
wajar dan menemukan dirinya sendiri yang nyata atau yang ideal dan
mengeksplorasi emosi yang majemuk serta memberi jalan bagi pertumbuhannya yang
unik.
4. Tujuan psikoterapi pada pendekatan
terpusat pada pribadi, menurut Corey (1991): untuk memberikan suasana aman,
bebas, agar klien mengeksplorasi diri dengan enak, sehingga ia bisa mengenai
hal-hal yang mencegah pertumbuhannya dan bisa mengalami aspek-aspek pada
dirinya yang sebelumnya ditolak atau terhambat.
5. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan
behavioristik, menurut Ivey, et al (1987): untuk menghilangkan kesalahan dalam
belajar dan untuk mengganti dengan pola-pola perilaku yang lebih bisa
menyesuaikan.
6. Sehubung dengan terapi behavioristik
ini, Ivey, et al (1987) menjelaskan mengenai tujuan pada terapi
kognitif-behavioristik, yakni: menghilangkan cara berfikir yang menyalahkan
diri sendiri, mengembangkan cara memandang lebih rasional dan toleran terhadap
diri sendiri dan orang lain.
7. Corey (1991) merumuskan mengenai
kognitif-behavioristik dan sekaligus rasional-emotif terapi dengan:
menghilangkan cara memandang dalam kehidupan pasien yang menyalahkan diri
sendiri dan membantunya memperoleh pandangan dalam hidup secara rasional dan
toleran.
8. Tujuan psikoterapi dengan metode dan
teknik Gestalt, dirumuskan oleh Ivey, et al (1987): agar seseorang menyadari
mengenai kehidupannya dan bertanggung jawab terhadap arah kehidupan seseorang.
9. Corey (1991) merumuskan tujuan
terapi Gestalt: membantu klien memperoleh pemahaman mengenai saat-saat dari
pengalamannya. Untuk merangsang menerima tanggung jawab dari dorongan yang ada
di dunia dalamnya yang bertentangan dengan ketergantungannya terhadap
dorongan-dorongan dari dunia luar.
Dapat disimpulkan bahwa beberapa
tujuan psikoterapi antara lain :
1. Perawatan akut (intervensi krisis
dan stabilisasi)
2. Rehabilitasi (memperbaiki gangguan
perilaku berat)
3. Pemeliharaan (pencegahan keadaan
memburuk dijangka panjang)
4. Restrukturisasi (meningkatkan
perubahan yang terus menerus kepada pasien).
UNSUR-UNSUR PSIKOTERAPI
Masserman (Karasu 1984) telah
melaporkan tujuh “parameter pengaruh” dasar yang mencakup unsur-unsur lazim
pada semua jenis psikoterapi. Dalam hal ini termasuk :
1. Peran sosial (martabat)
psikoterapis,
2. Hubungan (persekutuan terapeutik),
3. Hak,
4. Retrospeksi,
5. Re-edukasi,
6. Rehabilitasi,
7. Resosialisasi dan rekapitulasi.
Unsur – unsur psikoterapeutik dapat
dipilih untuk masing-masing pasien dan dimodifikasi dengan berlanjutnya terapi.
Ciri-ciri ini dapat diubah dengan berubahnya tujuan terapeutik, keadaan mental
dan kebutuuhan pasien.
DAFTAR PUSTAKA
Gunarsa, Singgih D. 1996. Konseling
dan Psikoterapi. Jakarta : BPK Gunung Mulia.
2. ALIRAN-ALIRAN DALAM PSIKOLOGI
ALIRAN PSIKOANALISA
Aliran psikoanalisis muncul pada
tahun 1900 sebagai upaya memperdalam pandangan-pandangan psikologis dan
mengkaitkannya melalui berbagai kemajuan dalam bidang kedokteran.
Psikoanalisis memiliki tiga
penerapan :
1.
suatu metode penelitian
dari pikiran.
2.
suatu ilmu pengetahuan
sistematis mengenai perilaku manusia.
3.
suatu metode perlakuan terhadap
penyakit psikologis atau emosional.
Tokoh yang disebut sebagai bapak
psikoanalisis adalah Sigmun Freud.Freud lahir tanggal 6 Mei 1856 di Freiberg
Moravia. Freud berusaha meredksi psikologi menjadi kedalam neurologi karena
pada dasarnya ia adalah seorang ahli saraf.
Teori dasar dari sigmun adalah ide
tentang alam sadar (conscious mind) versus alam bawah sadar (unconscious mind).
Alam sadar merupakan apa yang seseorang sadari pada saat-saat tertentu,
pengindraan langsung, ingatan, pemikiran, fantasi, perasaan yang anda miliki.
Hal yang berkaitan erat dengan alam sadar adalah alam pra-sadar, yaitu apa yang
disebut saat ini dengan “kenangan yang sudah tersedia” (available memory),
yaitu segala sesuatu yang dengan mudah data dipanggil kea lam sadar,
kenang-kenangan yang walaupun tidak anda ingat waktu berpikir, tapi dapat
dengan mudah diapanggil lagi. Menurut Freud keduanya adalah bagian
terkecil dari fikiran.
Adapun bagian terbesar dari pikiran
adalah alam bawah sadar (unsconscious mind).Bagian ini mencakup segala sesuatu
yang sangat sulit dibawa kealam sadar, termasuk segala sesuatu yang memang
asalnya dari alam bawah sadar seperti nafsu dan insting. Freud berpendapat
bahwa alam bawah sadar adalah sumber dari motivasi dan dorongan yang ada dalam
diri kita, apakah itu hasrat yang sederhana seperti makanan atau seks, atau
motif-motif yang mendorong seniman atau ilmuwan berkarya.
Konsep lain dari freud adalah
struktur kepribadian. Struktur kepribadian dibagi menjadi tiga yaitu :Id, Ego,
Superego, masing-masing merupakan tahapan-tahapan kepribadian dan masing-masing
juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Id merupakan Struktur
kepribadian yang paling mendasar, hanya berdasarkan dorongan nafsu atau
kenikmatan belaka.Ego adalah pikiran yang beroperasi menurut prinsip kenyataan
(reality principle) yang memuaskan dorongan id menurut cara-cara yang dapat
diterima masyarakat atau sebagai kepribadian yang mengontrol kesadaran.
Superego merupakan Kesdaran tertinggi manusia, terbentuk melalui proses
identifikasi dalam nilai-nilai moral dan beroperasi menurut prinsip moral.
Tokoh lain dari psikoanalisis
Alfred Adler (1870-1937). Ia
merupakan seorang dokter mata lulusan Universitas Wina (1895), kemudian ia
menekuni bidang psikiatri dan menjadi psikiater. Teori-teorinya adalah sebagai
berikut :
1. Teori tentang inferioritas universa.
Setiap manusia akan melakukan upaya menyesuaikan diri dengan kelemahan yang
dimilikinya melalui berbagai bentuk perilaku konvensional sebagai cara
mengatasi kelemahannya.
2. Teori tentang striving for superiority,
yaitu motivasi bawaan yang menggerakkan manusia untuk bertahan hiduo dan
mengembangkan diri.
Tokoh lainnya adalah Carl Gustav
Jung (1875-1961).Ia adalah seorang psikiater yang keluar dari sekolah
psikoanalisis Freud. Ia mengklasifikasi karakteristik kepribadian menjadi 2
yaitu introvert dan ekstravert. Kepribadian introvert merujuk pada sebuah
kecenderungan untuk mengutamakan dunia dalam pada diri seseorang.
Aspek-aspekyang lebih jelas dari introversi adalah malu, tidak suka pada
fungsi-fungsi sosial, dan menyukai privasi. Sedangkan kepribadian ekstravert
merujuk pada kecenderungan untuk melihat dunia luar, khususnya orang lain demi
kesenangan diri. Orang dengan karakteristik ekstravert biasanya mudah
bersahabat dan menikmati aktivitas sosial, dan merasa tidak nyaman ketika
sendirian.
ALIRAN BEHAVIOR
Behaviorisme muncul sebagai kritik
lebih lanjut dari strukturalisme Wundt. Meskipun didasari pandangan dan studi
ilmiah dari Rusia, aliran ini berkembang di AS, merupakan lanjutan dari
fungsionalisme. Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang
tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi, dan membatasi diri pada studi
tentang perilaku yang nyata. Dengan demikian, Behaviorisme tidak setuju dengan
penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalism.
Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang
masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada proses-proses
mental.
Peletak dasar aliran ini adalah Ivan
Pavlov (1849-1936) dan William Mc Dougall (1871-1938). Teorinya yang
terkenal adalah mengenai insting. Menurutnya insting adalah kecenderungan
bertingkah laku dalam situasi tertentu sebagai hasil pembawaan sejak lahir dan
tidak dipelajari sebelumnya. Setelah eksperimen yang dilakukan oleh Pavlov,
maka muncullah pendapat-pendapat yang kemudian muncul sebagai aliran
behaviourisme. Inti dari aliran ini adalah asumsi bahwa jiwa bukan materi
sehingga tidak dapat diteliti secara langsung. Penelitian difokuskan pada
tingkah laku dengan asumsi bahwa tingkah laku merupakan wujud dari kejiwaan
manusia maupun hewan lainnya.
Aliran behaviourisme memiliki 6
pandangan utama mengenai fundamentalnya perilaku. Pandangan-pandangan tersebut
adalah sebagai berikut :
1. Tingkah laku manusia atau hewan
merupakan realitas dari jiwa yang abstrak yang bermakna dan data diukur secara
ilmiah dengan pendekatan alamiah.
2. Psikologi adalah ilmu yang mengkaji
sesuatu yang objektif, empiris, dan realistis. Oleh karena itu segala hal yang
keluar dari karakteristik ilmiah, tingkah laku yang metafisik tanpa bentuk dan
wujud tidak dapat diteliti, seperti tentang kesadaran yang artinya abstrak.
Kesadaran dalam bentuk fisikal saja yang dapat dianalisis dan ditemukan
unsure-unsur strukturnya.
3. Penelitian terhadap tingkah laku
merupakan subject matter yang dikaji psikologi sebagaimana dianjurkan oleh John
B. Watson, yang pada awal tahun 1900 berpedapat bahwa tingkah
laku merupakan satu-satunya hal yang dapat diteliti dalam psikologi.
4. Faktor-faktor eksternal dalam
konteks behaviourisme merupakan rangsangan yang dapat diikutsertakan, tetapi
bukan merupakan tingkah laku yang sejatinya.
5. Jiwa dalam arti yang sesungguhnya
adalah insting. Kesadaran substansial yang menjadi rumukan utama adanya tingkah
laku yang sebenarnya. Sebab, semua bentuk tingkah laku yang meskipun sudah
dirangsang oleh pengaruh eksternal tetap harus dikembalikan pada sifat
bawaannya hang semua.
6. Melalui penelitian B.F. Skinner,
berbagai stimulasi yang memuncuclkan adanya respons dalam bentuk tingkah laku
dipelajari oleh psikologi, sedangkan bentuk upaya dan modifikasi untuk
mempertahankan tingkah laku bukan merupakan kajian psikologi karena semuanya
merupakan pengaruh eksternal terhadap tingkah laku yang sesungguhnya.
Beberapa tokoh behaviourisme yang
terkenal adalah:
·
John
B. Watson (1878-1958). Watson merupakan ahli matematika dan filsafat dari
Univesrsitas Chicago. Ia merupakan direktur laboratorium di John Hopkins
University. Teorinya yang terkenal adalah teori tentang Stimulus-Respon.
Stimulus adalah semua objek di lingkusan termasuk perubahan jarring-jaring
tubuh. Respon adalah apapun yang dilakukan sebagai jawaban terhadap stimulus
mulai dari tingkat sederhana hingga tingkat tinggi.
·
B.F.
Skinner (1904-1990). Pandangan-pandangan Skinner diterbitkan dalam
karyanya The Behaviour of Organism dan kemudian di detailkan dalam Science and
Human Behaviour . salah satu pandangan pentingnya mengenai aliran behaviourisme
adalah asumsinya mengenai perilaku. Perilaku yang muncul diperkuat oleh adanya
positibe reinforcers (penguatan positif) dan ketiadaan negative reinforcerrs
(penguatan negative) penguatan positif adalah meningkatnya respons karena
adanya stimulus yang dibutuhkan dan sangat menyenangkan, sedangkan penguatan
negative adalah peningkatan tingkah laku dalam menghindarkan kemudaratan.
ALIRAN HUMANISTIK
Muncul sebagai kritik terhadap
pandangan tentang manusia yang mekanistik ala behaviorisme dan pesimistik ala
psikoanalisa. Oleh karenanya sering disebut sebagai the third force (the first
force is behaviorism, the second force is psychoanalysis).
Pengertian Humanistik
·
Memahami
manusia sebagai suatu totalitas. Oleh karenanya sangat tidak setuju dengan
usaha untuk mereduksi manusia, baik ke dalam formula S-R yang sempit dan kaku
(behaviorisme) ataupun ke dalam proses fisiologis yang mekanistis. Manusia
harus berkembang lebih jauh daripada sekedar memenuhi kebutuhan fisik, manusia
harus mampu mengembangkan hal-hal non fisik, misalnya nilai ataupun sikap.
·
Metode
yang digunakan adalah life history, berusaha memahami manusia dari sejarah
hidupnya sehingga muncul keunikan individual.
·
Mengakui
pentingnya personal freedom dan responsibility dalam proses pengambilan
keputusan yang berlangsung sepanjang hidup. Tujuan hidup manusia adalah
berkembang, berusaha memenuhi potensinya dan mencapai aktualitas diri. Dalam
hal ini intensi dan eksistensi menjadi penting. Intensi yang menentukan
eksistensi manusia.
·
Mind
bersifat aktif, dinamis. Melalui mind, manusia mengekspresikan keunikan
kemampuannya sebagai individu, terwujud dalam aspek kognisi, willing, dan judgement.
Kemampuan khas manusia yang sangat dihargai adalah kreativitas. Melalui
kreativitasnya, manusia mengekspresikan diri dan potensinya.
·
Pandangan
humanistik banyak diterapkan dalam bidang psikoterapi dan konseling. Tujuannya
adalah meningkatkan pemahaman diri.
Tokoh Humanistik
Carl Rogers (1902 – 1988)
·
Lahir
di Illinois dan sejak kecil menerima penanaman yang ketat mengenai kerja keras
dan nilai agama Protestan. Kelak kedua hal ini mewarnai teori-teorinya. Setelah
mempelajari teologi, ia masuk Teacher’s College di Columbia Uni,
dimana banyak tokoh psikologi mengajar. Di Columbia Uni ia meraih gelar Ph.D.
·
Rogers
bekerja sebagai psikoterapis dan dari profesinya inilah ia mengembangkan teori
humanistiknya. Dalam konteks terapi, ia menemukan dan mengembangkan teknik
terapi yang dikenal sebagai Client-centered Therapy. Dibandingkan teknik terapi
yang ada masa itu, teknik ini adalah pembaharuan karena mengasumsikan posisi
yang sejajar antara terapis dan pasien (dalam konteks ini pasien disebut klien).
Hubungan terapis-klien diwarnai kehangatan, saling percaya, dan klien diberikan
diperlakukan sebagai orang dewasa yang dapat mengambil keputusan sendiri dan
bertanggungjawab atas keputusannya. Tugas terapis adalah membantu klien
mengenali masalahnya, dirisnya sendiri sehingga akhrinya dapat menemukan solusi
bagi dirinya sendiri. Keseluruhan pengalaman eksternal dan internal psikologis
individu membentuk organisma. Organisma adalah kenyataan yang dihayati
individu, dan disebut sebagai subjective reality, unik dari satu individu ke
individu lainnya. Self (diri) berkembang dari organisma. Semakin koheren
organisma dan self, semakin sehat pribadi tersebut dan sebaliknya.
·
Sebagaimana
ahli humanistic umumnya, Rogers mendasarkan teori dinamika kepribadian pada
konsep aktualisasi diri. Aktualisasi diri adalah daya yang mendorong
pengembangan diri dan potensi individu, sifatnya bawaan dan sudah menjadi ciri
seluruh manusia. Aktualisasi diri yang mendorong manusia sampai kepada
pengembangan yang optimal dan menghasilkan ciri unik manusia seperti
kreativitas, inovasi, dan lain-lain.
Abraham Maslow (1908-1970)
Maslow dikenal dengan teori
motivasinya. Teori ini mengasumsikan bahwa perkembangan psikologis manusia
didorong oleh hirarki kebutuhannya, yaitu physiological needs, safety needs,
love & belonging needs, esteen needs, dan selfactualization.
DAFTAR PUSTAKA
3.
ALIRAN
PSIKOLOGI DAN TERAPINYA
TERAPI HUMANISTIK
Pengertian Terapi Humanistik
Humanistik adalah aliran dalam
psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan
psikoanalisis. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi
manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis.
Humanistik mengatakan bahwa manusia
adalah suatu ketunggalan yang mengalami, menghayati dan pada dasarnya aktif,
punya tujuan serta punya harga diri. Karena itu, walaupun dalam penelitian
boleh saja dilakukan analisis rinci mengenai bagian- bagian dari jiwa manusia,
namun dalam penyimpulanya, manusia harus dikembalikan dalam kesatuan yang utuh.
Pandangan seperti ini adalah pandangan yang holistik. Selain itu manusia juga
harus dipandang dengan penghargaan yang tinggi terhadap harga dirinya,
perkembangan pribadinya, perbedaan-perbedaan individunya dan dari sudut
kemanusiaanya itu sendiri. Karena itu psikologi harus memasuki topik-topik yang
tidak dimasuki oleh aliran behaviorisme dan psikoanalisis, seperti cinta,
kreatifitas, pertumbuhan, aktualisasi diri, kebutuhan, rasa humor, makna,
kebencian, agresivitas, kemandirian, tanggung jawab dan sebagainya.
Sumbangan utama Humanistik
Tahapan tertinggi dalam tangga
hierarki motivasi manusia dari Abaraham Maslow adalah kebutuhan akan
aktualisasi diri. Maslow mengatakan bahwa manusia akan berusaha keras untuk
mendapatkan aktualisasi diri mereka, atau realisasi dari potensi diri manusia
seutuhnya, ketika mereka telah meraih kepuasan dari kebutuhan yang lebih
mendasarnya.
Tingkat dasar dari teori ini adalah
kebutuhan fisiologis, seperti makan, minuman dan pakaian. Tingkat kedua adalah
rasa aman, kemudian tingkat ketiga yaitu cinta, ke-empat adalah harga diri dan
yang terakhir adalah aktualisasi diri.
Maslow juga mengutarakan
penjelasannya sendiri tentang kepribadian manusia yang sehat. Teori
psikodinamika cenderung untuk didasarkan pada studi kasus klinis maka dari itu
akan sangat kurang dalam penjelasannya tentang kepribadian yang sehat. Untuk
sampai pada penjelasan ini, Maslow mengkaji tokoh yang sangat luar biasa,
Abaraham Lincoln dan Eleanor Roosevelt, sekaligus juga gagasan-gagasan
kontemporernya yang dipandang mempunyai kesehatan mental yang sangat luar
biasa.
Maslow menggambarkan beberapa
karakteristik yang ada pada manusia yang mengaktualisasikan dirinya:
1.
Kesadaran dan penerimaan terhadap
diri sendiri
2.
Keterbukaan dan spontanitas
3.
Kemampuan untuk menikmati pekerjaan
dan memandang bahwa pekerjaan merupakan sesuatu misi yang harus dipenuhi
4.
Kemampuan untuk mengembangkan
persahabatan yang erat tanpa bergantung terlalu banyak pada orang lain
5.
Mempunyai selera humor yang bagus
6.
Kecenderungan untuk meraik
pengalaman puncak yang memuaskan secara spiritual maupun emosional
TERAPI PSIKOANALISA
Sumbangan
utama psikoanalisis :
1.
kehidupan
mental individu menjadi bisa dipahami, dan pemahaman terhadap sifat manusia
bias diterapkan pada perbedaan penderitaan manusia
2.
tingkah
laku diketahui sering ditentukan oleh factor tak sadar
3.
perkembangan
pada masa dini kanak-kanak memiliki pengaruh yg kuat thd kepribadian dimasa
dewasa
4.
teori
psikpanalisis menyediakan kerangka kerja yg berharga untuk memahami cara-cara
yg di use oleh individu dalam mengatasi kecemasan
5.
terapi
psikoanalisis telah memberikan cara-cara mencari keterangan dari ketidaksadaran
melalui analisis atas mimpi-mimpi
Tujuan
terapi Psikoanalisis
1.
Membentuk
kembali struktur karakter individu dg jalan membuat kesadaran yg tak disadari
didalam diri klien
2.
Fokus pada
upaya mengalami kembali pengalaman masa anak-anak
Konsep-konsep
utama terapi psikoanalisis
1.
struktur
kepribadian
·
id
·
ego
·
super ego
2.
Kecemasan
Adalah suatu keadaan yg memotifasi kita untuk
berbuat sesuatu
3.
Kesadaran dan Ketidaksadaran
Ketidaksadaran
terdiri dari :
·
mimpi-mimpi
: merupakan representative simbolik dari kebutuhan, hasrat konflik
·
salah ucap
/ lupa : terhadap nama yg dikenal
·
sugesti
pascahipnotik
·
bahan-bahan
yg berasal dari teknik-teknik asosiasi bebas
·
bahan-bahan
yg berasal dari teknik proyektif
Teknik
dasar Terapi Psikoanalisis
1.
Asosiasi
bebas
Adalah suatu metode pemanggilan kembali pengalaman-pengalaman
masa lalu & pelepasan emosi-emosi yg berkaitan dengan situasi-situasi
traumatik di masa lalu
2.
Penafsiran
Adalah suatu prosedur dalam menganalisa
asosiasi-asosiasi bebas, mimpi-mimpi, resistensi-resistensi dan transferensi
Bentuknya seperti, tindakan analis yg menyatakan,
menerangkan, bahkan mengajari klien.
3.
Analisis
Mimpi
Suatu prosedur yg penting untuk menyingkap
bahan-bahan yg tidak disadari dan memberikan kepada klien atas beberapa area
masalah yg tak terselesaikan
4.
Analisis
dan Penafsiran Resistensi
Ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alasan
yg ada dibalik resistensi sehingga dia bisa menanganinya
5.
Analisis
& Penafsiran Transferensi
Adalah teknik utama dalam Psikoanalisis karenan
mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lalu nya dalam terapi
TERAPI BEHAVIORISME
Pengertian Terapi Behavior
Terapi behavior adalah salah satu
tekhnik yang digunakan dalam menyelesaikan tingkah laku yang ditimbulkan oleh
dorongan dari dalam dan dorongan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang
dilakukan melalui proses belajar agar bisa bertindak dan bertingkah lauku lebih
efektif , lalu mampu menggapai situasi dan maslah dengan cara yang lebih
efektif dan efisien. Aktifitas inilah yang disebut sebagai belajar.Tujuan
terapi ini adalah menghapus pola tingkah laku maladaptif atau maladjustment,
membantu belajar tingkah-laku konstruktif, serta merubah tingkah-laku. Dua
aliran utama yang menjadi pijakan dalam metode-metode dan tekhnik-tekhnik
pendekatan terapi yang didasarkan kepada teori belajar adalah Pengkondisian
Klasik dan Pengkondisian Operan. Pengkondisian Klasik atau pengkondisian
responden dari Pavlov sedangkan Pengkondisian Operan dari Skinner.
Ciri-Ciri
Terapi Behavior
1.
Berfokus pada tingkah laku yang
tampak dan spesifik.
2.
Memerlukan kecermatan dalam
perumusan tujuan terapis
3.
Mengembangkan prosedur perlakuan
spesifik sesuai dengan masalah klien.
4.
Penafsiran objektif atas tujuan
terapis
Langkah-langkah
Terapi Behavior
1.
Pembukaan, membangun hubungan
pribadi antara terapis dan klien
2.
Penjelasan, menerima ungkapan klien
apa adanya sertamendengarkan dengan penuh perhatian. Berusaha menentukan jenis
masalah dan pendekatan terapi yang sebaiknya diambil.
3.
Penggalian latar belakang masalah,
mengadakan analisa kasus, sesuai dengan pendekatan konseling yang dipilih
4.
Penyelesaian masalah, menyalurkan
arus pemikiran klien, sesuaidengan pendekatan terapi yang dipilih
5.
Penutup, mengakhiri hubungan pribadi
dengan terapis
Tekhnik-tekhnik
Terapi Behavior
Untuk mencapai tujuan dalam proses
terapi diperlukan tekhnik-tekhnik yang digunakan. Untuk pengubahan perilaku ada
sejumlah tekhnik yang dapat dilakukan dalam terapi behavior, yaitu:
1.
Desensitisasi Sistematis, merupakan
tekhnik relaksasi yang digunakan untuk menghapus perilaku yang diperkuat secara
negative biasanya berupa kecemasan, dan menyertakan respon yang berlawanan
dengan perilaku yang akan dihilangkan dengan cara memberikan stimulus yang
berangsur dan santai
2.
Terapi implosif, dikembangkan atas
dasar pandangan tentang seseorang yang secara berulang-ulang dihadapkan pada
situasi kecemasan dan konsekuensi-konsekuensi yang menakutkan ternyata tidak
muncul, maka kecemasan akan hilang. Atas dasar itu klien diminta untuk
membayangkan stimulus-stimulus yang menimbulkan kecemasan.
3.
Latihan Perilaku Asertif digunakan
untuk melatih individu yang mengalami kesulitan untuk menyatakan dirinya bahwa
tindakannya layak atau benar.
4.
Pengkondisian Aversi, tekhnik
pengkondisian diri digunakan untuk meredakan perilaku simptomatik dengan cara
menyajikan stimulus yang tidak di kehendaki tersebut terhambat kemunculannya.
5.
Pembentukkan Perilaku model,
digunakan untuk membentuk perilaku baru pada klien, memperkuat perilaku yang
sudah terbentuk dengan menunjukkan kepada klien tentang perilaku model, baik
menggunakan model audi, model fisik atau lainnya yang dapat teramati dan
dipahami jenis perilaku yang akan di contoh.
6.
Kontrak Perilaku, adalah persetujuan
antara dua orang atau lebih(terapis dan klien) untuk mengubah perilaku tertentu
pada klien. Dalam terapi ini terapis memberikan ganjaran positif, dipentingkan
daripada memberikan hukuman jika kontrak tidak berhasil.
DAFTAR PUSTAKA
Riyanti,
B.P. Dwi dan Hendro Prabowo. 1998. Psikologi
Umum 2.Jakarta: Universitas Gunadarma
indryawati.staff.gunadarma.ac.id

0 komentar: